Isnin, 18 April 2011

CARA SYAITAN MENELANJANGI KAUM HAWA

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Syaitan dalam menggoda manusia memiliki berbagai cara strategi, dan yang
sering dipakai adalah dengan memanfaatkan hawa nafsu, yang memang memiliki
kecenderungan mengajak kepada keburukan (ammaratun bis su'). Syaitan seakan
mengetahui kecenderungan nafsu kita, dia terus berusaha agar manusia keluar
dari garis yang telah ditentukan Allah, termasuk melepaskan hijab atau
pakaian muslimah.



Berikut adalah cara bertahap:

I. Menghilangkan Definisi Hijab

Dalam tahap ini syaitan membisikkan kepada para wanita, bahawa pakaian
apapun termasuk hijab (penutup) itu tidak ada kaitannya dengan agama, ia
hanya sekadar pakaian atau gaya hiasan bagi para wanita. Jadi tidak ada
pakaian syar'i, pakaian, dengan apa pun bentuk dan namanya tetap pakaian.

Sehingga akibatnya, ketika zaman telah berubah, atau kebudayaan manusia
telah berganti, maka tidak ada masalah pakaian ikut ganti juga. Demikian
pula ketika seseorang berpindah dari suatu negeri ke negeri yang lain, maka
harus menyesuaikan diri dengan pakaian penduduknya, apapun yang mereka
pakai. Berbeza halnya jika seorang wanita berkeyakinan, bahawa hijab adalah
pakaian syar'i (identiti keislaman), dan memakainya adalah ibadah bukan
sekadar gaya ( fesyen ). Biarpun hidup bila saja dan di mana saja, maka
hijab syar'i tetap dipertahankan.

Apabila seorang wanita masih bertahan dengan prinsip hijabnya, maka syaitan
beralih dengan strategi yang lebih halus. Caranya?

Pertama, Membuka Bahagian Tangan
Telapak tangan mungkin sudah kebiasaannya terbuka, maka syaitan membisikkan
kepada para wanita agar ada sedikit peningkatan model yakni membuka
bahagian hasta (siku hingga telapak tangan). "Ah tidak apa-apa, kan masih
pakai jilbab dan pakai baju panjang? Begitu bisikan syaitan. Dan benar si
wanita akhirnya memakai pakaian model baru yang menampakkan tangannya, dan
ternyata para lelaki melihatnya juga seperti biasa saja. Maka syaitan
berbisik," Tu.. tidak apa-apa kan?

Kedua, Membuka Leher dan Dada
Setelah menampakkan tangan menjadi kebiasaan, maka datanglah syaitan untuk
membisikkan perkara baru lagi. "Kini buka tangan sudah menjadi lumrah, maka
perlu ada peningkatan model pakaian yang lebih maju lagi, yakni terbuka
bahagian atas dada kamu." Tapi jangan sebut sebagai pakaian terbuka, hanya
sekadar sedikit untuk mendapatkan hawa, agar tidak panas. Cubalah! Orang
pasti tidak akan peduli, sebab hanya sebahagian kecil sahaja yang terbuka.

Maka dipakailah pakaian fesyen terbaru yang terbuka bahagian leher dan
dadanya dari yang fesyen setengah lingkaran hingga yang fesyen bentuk huruf
"V" yang tentu menjadikan lebih terlihat lagi bahagian sensitif lagi dari
dadanya.

Ketiga, Berpakaian Tapi Telanjang
Syaitan berbisik lagi, "Pakaian mu hanya gitu-gitu saja, yak "cool" cari
fesyen atau bahan lain yang lebih bagus! Tapi apa ya? Si wanita berfikir.
"Banyak fesyen dan kain yang agak tipis, lalu bentuknya
dibuat yang agak ketat biar lebih sedap/cantik dipandang," syaitan memberi
idea baru.

Maka tergodalah si wanita, di carilah fesyenpakaian yang ketat dan kain
yang tipis bahkan transparent. "Mungkin tak ada masalah, kan potongan
pakaiannya masih panjang, hanya bahan dan fesyennya saja yang agak berbeza,
biar nampak lebih feminin," begitu dia menokok-nambah. Walhasil pakaian
tersebut akhirnya membudaya di kalangan wanita muslimah, makin hari makin
bertambah ketat dan transparent, maka jadilah mereka wanita yang disebut
oleh Nabi sebagai wanita kasiyat 'ariyat (berpakaian tetapi telanjang).

Keempat, Agak di Buka Sedikit
Setelah para wanita muslimah mengenakan pakaian yang ketat, maka syaitan
datang lagi. Dan sebagaimana biasanya dia menawarkan idea baru yang
sepertinya "cool" dan "vogue", yakni dibisiki wanita itu, "Pakaian seperti
ini membuat susah berjalan atau duduk, soalnya sempit, apa tak sebaiknya di
belah hingga lutut atau mendekati paha?" Dengan itu kamu akan lebih selesa,
lebih kelihatan lincah dan energik." Lalu dicubalah idea baru itu, dan
memang benar dengan dibelah mulai dari bahagian bawah hingga lutut atau
mendekati paha ternyata membuat lebih selesa dan leluasa, terutama ketika
akan duduk atau naik kenderaan. "Yah.... tersingkap sedikit tak apa-apa
lah, yang penting enjoy," katanya.

Inilah tahapan awal syaitan merosak kaum wanita, hingga tahap ini pakaian
masih tetap utuh dan panjang, hanya fesyen, corak, potongan dan bahan saja
yang dibuat berbeza dengan hijab syar'i yang sebenarnya. Maka kini mulailah
syaitan pada tahap berikutnya.

II. Terbuka Sedikit Demi Sedikit
Kini syaitan melangkah lagi, dengan tipu daya lain yang lebih "power",
tujuannya agar para wanita menampakkan bahagian aurat tubuhnya.

Pertama, Membuka Telapak Kaki dan Tumit
Syaitan Berbisik kepada para wanita, "Baju panjang benar-benar tidak
selesa, kalau hanya dengan membelah sedikit bahagiannya masih kurang
leluasa, lebih elok kalau dipotong sahaja hingga atas mata kaki." Ini baru
agak longgar. "Oh...... ada yang yang terlupa, kalau kamu pakai baju
sedemikian, maka jilbab yang besar tidak sepadan lagi, sekarang kamu cari
jilbab yang kecil agar lebih serasi dan sepadan, ala....... orang tetap
menamakannya dengan jilbab."

Maka para wanita yang terpengaruh dengan bisikan ini terburu-buru mencari
fesyen pakaian yang dimaksudkan. Tak ketinggalan kasut tumit tinggi, yang
kalau untuk berjalan, dapat menarik perhatian
orang.

Kedua, Membuka Seperempat Hingga Separuh Betis
Terbuka telapak kaki telah biasa ia lakukan, dan ternyata orang yang
melihat juga tidak begitu ambil peduli. Maka syaitan kembali berbisik,
"Ternyata kebanyakan manusia menyukai apa yang kamu lakukan, buktinya
mereka tidak ada re

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

"Penyokong Ber 1"